Karena Tak Berpengaruh Menahan Nafsu
Cerita Sex Sedarah, Cerita Sex ABG, Cerita Sex Remaja, Cerita Sex Tante, Cerita Dewasa, Cerita Ngentot Perawan, Cerita Bokep Terbaru, Cerita Model Seksi, Bacaan Porno Terlengkap. Baca Kisah Sex berikut ini "Karena Tak Kuat Menahan Nafsu".
Sebelumnya saya kasih tahu wacana aku. Aku yaitu seorang karyawan disebuah perusahaan di Jakarta. Namaku sebut apa inug, umur 28tahun. Aku sudah menikah dan memiliki 2 orang anak. Awal tragedi perselingkuhan yang tak saya inginkan pada ketika saya pulang ke jogja. Saat itu saya biasa ke yogyakarta menentukan naik bus.
Saat pukul 15.00 saya berangkat keagen bus Kramat Jati, alasannya yaitu pada tiket tertulis pukul 16.00 bus sudah berangkat. Tapi ketika tiba pukul 16.00 bus belum tiba dan kesudahannya pukul 17.15 busnya tiba saya pun eksklusif naik.
Ternyata kursiku berada di urutan ke-2 dari belakang sebelah kanan. Dan disitu sudah terisi seorang cewek sekitar umur 30an tahun.
Selama perjalanan cewek disampingku membisu tak berbicara, akupun tidak menghiraukannya. Dan kuperhatikan beliau sibuk sms. Waktu bus memasuki kota Cikampek saya mulai menyapa.
“Tujuan mau kemana mbak?”dia agak kaget dengan sapaanku.
“Jogja jika kau tujuan kemana?” beliau balik tanya.
“Saya juga kejogja, memang jogjanya turun mana mbak?”
“di janti, trus ntar nyambung naik taksi ke malioboro” jawabnya singkat.
“malioboronya mana mbak, sory mbak nanyaku detail banget ya?”
“gak apa-apa, di hotel Natour Garuda, jika adik jogjanya mana?”
“Wah, kita satu arah mbak, saya kawasan alun alun selatan jadi dari malioboro lurus apa gak jauh.”
Hari mulai gelap lampu dalam bus tidak dihidupkan, mungkin alasannya yaitu kru bus sanggup menggangu istirahat para penumpang.
Bus executive yang saya naiki banyak fasilitasnya ibarat bantal, selimut dan tisu yang terletak diatas saya duduk.
“Nama Mbak siapa?, saya mulai bertanya lagi.
“wiwik, jika adik namanya siapa?” sambil beliau julurkan tangannya.
Aku menjabat tangannya dan menyebutkan namaku.
“Aku Inug mbak, saya mau pulang kampung mbak”.
Dalam jabatan tangannya saya mencicipi kehangatan yang luar biasa mungkin imbas dari cuek AC bus.
Selama perjalanan kami sudah banyak bercerita, dari Tanya jawab wacana pekerjaan beliau hingga pekerjaanku. Dan begitu juga beliau bercerita wacana hidup di jogja lebih murah dari pada Jakarta.
saya berinisiatip untuk banyak ngomong dan mengajak beliau berbicara. Selama pembicaraan sepenuhnya saya mengatakan perilaku hormat dan santun padanya. Dia juga menaruh respek padaku alasannya yaitu sikapku itu. Dia pinjamkan majalah dan koran bacaannya padaku, beliau juga tawarkan masakan atau minuman yang beliau bawa. Aku terbiasa hanya minum air mineral ketika bepergian begini. Sedangkan air yang ditawarkan yaitu Coca-cola makanya saya menolak dengan halus.
Dan kesudahannya pukul 19.00 bus berhenti untuk makan malam dan para penumpang sanggup kupon makan gratis.
Aku dan mbak wiwik turun menuju restoran dan menukarkan kupon gratis makan malam. Kami duduk berdua sambil cerita. Tiba-tiba ditengah-tengah Suasana makan malam saya berkata:
“Mbak manis deh”
beliau terkejut terselek makanan
“Maksudnya apa Dik?”
“Iya mbak cantik, maaf mbak jangan berpikirkan yang negative terhadapku alasannya yaitu yang saya omongkan kenyataan.”
Dia agak malu terlihat dari mukanya yg memerah dan menunduk.
Kru bus memberitahukan jika busnya sudah bersiap berangkat, kami pun bergegas menuju bus yang kami tumpangi.
Sampai dalam bus saya sarankan mbak wiwik untuk pindah kesebelah yang erat jendela, beliau pun mengiyakan alasannya yaitu beliau sanggup lebih leluasa melihat keluar.
Didalam bus saya menentukan diam, Aku berselimut dan mencoba memejamkan mata. Malam semakin larut Aku mencoba memberanikan diri menggenggam tangannya, beliau hampir menarik tangannya jika saja saya tidak bilang,
“Tangan Mbak cuek banget, nih. Mau nggak jika saya pijat refleksi tangannya, nanti hangat, deh?”, saya cari seribu satu alasan yang selalu sempurna untuk banyak berbuat padanya. Aku juga nggak tahu, kenapa beliau pasrah saja ketika tanganku meraih tangannya membawa ke pangkuanku untuk saya pijit-pijit. Aduh, mbak wiwik berteriak tertahan alasannya yaitu kesakitan, tetapi dengan cepat saya bilang dalam bisikkan, bahwa jika mbakmerasakan sakit artinya bahwa memang sedang sakit. saya terangkan bahwa yang saya pijat itu yaitu tombol-tombol saraf yang berafiliasi dengan bab di tubuh yang sedang kena sakit. Mbak wiwik bilang paru-paru dan punggungnya sedang tidak normal alasannya yaitu cuek atau mungkin alasannya yaitu lelahnya perjalanan. Aku sanggup mencicipi tubuh mbak wiwik eksklusif merinding dan bergetar mendengar bunyi bisikkanku tadi.
mbak wiwik mulai sadar tidak seharusnya ibarat ini, kemudian ditarik tangannya. Aku pun sadar,
“Maaf mbak saya Cuma pengen membantu mbak semoga hangat.”
Aku masih membisu tak bicara. Tapi yang namanya godaan selalu apa ada.
Tanganku mulai menyentuh pahanya dan mbak wiwik menyingkirkan tanganku dari pahanya.
“Maaf dik.. saya sudah bersuami.”
“Maaf mbak bukan maksudku.”
Langsung saya putus pembicaraannya.
“Dudahlah Dik, lebih baik adik tidur saja, mbak juga sudah ngantuk.”
mbak wiwik pun terdiam, tapi saya tidak mau mengalah begitu saja mungkin rasa penasaranku terhadapnya.
Tanganku mulai bergerak lagi tapi kali ini tanganku eksklusif merangkul dibelakang kepalanya. Dan memaksanya dalam pelukanku. Diapun kaget tapi apa daya tanganku jauh lebih kuat, Mbak wiwik sepertinya gak mau menciptakan keributan didalam bus yang penuh dengan penumpang. Akhirnya mbak wiwik dipelukanku dengan kusandarkan kepalanya dipundakku dan tanganku melingkar ditubuhnya.
Sangat luar biasa kehangatan yang kurasakan ketika itu, maafkan saya istrikuku saya telah melaksanakan perselingkuhan walau tidak berafiliasi badan.
Aku tidak berhenti disitu apa, saya mulai meraba payudaranya yang berukuran 34B. Dia mencoba melarangku tapi saya tidak mempedulikannya, saya mulai mencicipi kenikmatan yg lain. Aku terus memijit-mijit panyudaranya, mbak wiwik mendesis, “akh.!!!”
Aku terus memijit panyudaranya tanpa henti-henti.
Akupun tidak merasa takut tertangkap berair penumpang lainya alasannya yaitu perbuatanku dibawah selimut bus.
Aku mulai membuka kancing bajunya satu per satu. Dalam hati saya hanya sanggup meminta maaf pada istriku, maafkan saya Ma….
Kancing sudah terlepas semua saya mulai menurunkan BHnya kini payudaranya sanggup terlihat dengan terperinci oleh ku.
“Susumu indah banget mbak, boleh gak saya hisap?”
Mbak wiwik hanya membisu tak bicara.
Akupun mulai menundukan kepalaku kepayudaranya dan menghisapnya ibarat bayi yang minum asi. Nikmat campur rasa bersalah pada ketika itu sama istriku yang telah ku kianati cintanya.
“Gimana mbak?” kataku
“Terus Dik hisap trus!!!”
Akh. Ogh… Dia hanya mendesis kenikmatan. Aku tidak mau berhenti disitu saja, saya mulai menurunkan resleting celana kainnya. saya menurunkan celana dalamnya dan saya masukkan jari-jariku ke dalamvaginanya.
Mbak wiwik mendesah..
“Akh.. Akh… ough.. Terus dik. Terus.. Oh…!!!”
Aku terus mengobok-ngobok vaginanya dengan jariku dan menghisap panyudaranya. Dan akhirnya. Mbak wiwik orgasme.
Sungguh fantastis….mbak wiwik mengerang dan menjambak rambutku ketika orgasme. “Akhhhhh…!!!”
Aku kemudian duduk sesudah tahu jika mbak wiwik sudah orgasme.
“MBak tolong gantian dong.”
Aku menuntun tangannya kearah kontolku. Sebetulnya saya sudah sangat terangsang, kontolku udah tegang dari tadi tapi saya tidak mau terburu2 takutnya mbak wiwik jadi tersinggung dan tujuanku jadi gagal total, tetapi diluar dugaanku tangan mbak wiwik eksklusif memegang kontolku yg sudah dari tadi saya keluarkan dari celanaku, serasa ditimpa dan ditampar sebuah sensasi yang luar biasa ketika tangannya yg halus menggenggam kontolku. Tangannya terasa hangat di kontolku dan kontolku serasa berdenyut2. saya mulai mendesah pelan,
“Akhhhhh…!!!”
“Tolong, mbak, sebentar saja, saya bener-bener tidak sanggup menahan nafsu birahiku, tolong Mbak, semoga saya terlepas dari siksaanku ini, tolon..ng.. tadi mbak sudah saya buat orgasme jadi gantian Mbak.”, Aku menghibadalam berbisik dan ternyata berhasil bisikanku bagaikan sihir yg membangkitkan nafsu birahinya dengan sensasi penuh pesona ini.
Aku kembali bisikkan ke telinganya,
“Kocok, mbak, saya pengin keluar cepet, nih”, sambil saya pegang tangannya untuk menuntun kocokkannya. Dan mbak wiwikpun terbawa larut dalam suasana, tangannya mulai mengocok kontolku.
Telah beberapa ketika saya mendesas dan merintih lirih, tetapi belum juga ejakulasiku datang. Bahkan kinimbak wiwik sendiri mulai terjebak dalam kisaran arus birahi semenjak tanganku juga merabai payudaranya dan memainkan puting susunya. Mbak wiwik terbawa mendesah dan merintih pelan dan tertahan. Aku mengalami keadaan ekstase birahi. Mataku tertutup, khayalku mengembara, saya bayangkan alangkah nikmatnya apabila kontolku meruyak ke vaginanya. Ah, alangkah nikmatnya.., nikmat sekali .., nikmat sekali.., pikiranku sudah kemana-mana mungkin alasannya yaitu saya sudah terangsang banget.
“Ayoo, dik, saya sudah capenih, keluarin cepeett…s”,
Aku tersenyum, “Susah, mbak, kecualii…”,
“Apaan lagi?”,
“Kalau Mbak mau menciumi dan mengisepnya.”. Gila. Aku sudah gila. Aku impulsif apa minta mbak wiwik untuk mengemut kontolku. Tt.. tet.. ttapi .. mungkin mbak wiwik kini yang lebih abnormal lagi. Mbak wiwik mengangguk ketika mataku melihat matanya. Sesungguhnya semenjak tadi ketika tangannya menggapai kontolku kemudian mencicipi betapa halus sentuhannya saya sudah demikian terhanyut untuk selekasnya sanggup menyaksikan betapa mentakjubkan kontolku masuk dalam lisan mungilnya itu. Aku sudah demikian tergiring untuk selekasnya mencicipi hangatnya kontolku dalam mulutnya, ingin mencicipi bagaimana seandainya lidahnya menjilati kepala kontolku trus melumat-lumat dan mengisap-isap kontolku ini.
Cahaya lampu Bus yang memang diredupkan untuk memberi kesempatan para penumpang sanggup tidur nyenyak sangat membantu apa yang sedang berlangsung di dingklik kami ini. Seakan-akan mbak wiwik tidur di pangkuanku, mbak wiwik bergerak telungkup menyusup ke dalam selimutku. Gelap, tetapi bibirnya eksklusif menyentuh kemudian mencaplok kontolku. Aku sudah masa bodo. Nafsuku sudah menjerat aku. Mbak wiwik mulai mengkulum kontolku, lidahnya bermain dan mulai memompakan mulutnya ke kontolku. Huuhh,.., sungguh saya eksklusif terhanyut dan bergelegak. Aku mengharapkan sperma dan air maniku cepat muncrat ke mulutnya.
Aku sudah memikirkan kemungkinan untuk tidak hingga menjadi perhatian penumpang lainnya. Aku sendiri kesudahannya demikian masa bodoh. Aku yang sudah demikian larut dalam kenikmatan yang tak gampang kutemui di tempat lain ini terus hanyut dalam keasyikan birahi dengan ****** dalam jilatan dan kuluman mbak wiwik. Aku merem melek setiap lidahnya menjulur dan menariknya kembali. Rasa hangat pengecap dan mulutnya sangat terasa di kontolku.
Dalam ruangan selimut yang demikian sempit itu kepala mbak wiwik bergerak aktif turun naik seiring keluar masuknya kontolku dalam mulutnya. Sementara tanganku sendiri aktif mengelusi di arah rambutnya, terkadang juga turun hingga ke pantatnya.
“Ayoo, dik, saya sudah capenih, keluarin cepeett…s”,
Aku jawab, “sebentar lagi mbak…..”
Mbak wiwik terus melumat-lumat kontolku dengan penuh perasaan sambil tangannya juga ikut mengelusi batang kontolku yg kekar dan keras itu, sesekali pengecap dan bibirnya menjilati batang kontolku hingga ke pangkal dan bijih pelerku dengan cita-cita sanggup secepatnya merangsangku dan membuatku orgasme. Kontolku dimasukkan dalam-dalam kemulutnya hingga menyentuh tenggorokkannya. Aku mengerang, mendesah sambil bergumam meracau.
Benar, tidak hingga 10 menit saya mulai mencicipi sebuah kedutan yang sangat keras dalam kontolku, dan saya bisikan ke indera pendengaran mbak wiwik,
” Mbak Aku mau keluar….”
Mbak wiwik semakin cepat melumat-lumat dan menghisap kontolku dan tidak berapa usang kurasakan orgasme yg sangat luar biasa, air maniku muncrat 6 hingga 7 kali kedalam lisan mbak wiwik, dan saya mencicipi sensasi yg luar biasa ketika mbak wiwik eksklusif menelan semua air maniku dan terus mengisap dan menjilati sisa2 air maniku hingga terasa ngilu sekali.
“Terima kasih, ya mbak”, kataku sambil membetulkan celanaku dan menarik tutup resluitingku.
Akupun eksklusif mencium mulutnya dan masih kurasakan spermaku dalam mulutnya.
Kami pun tertidur pulas, tanganku sambil memeluknya.
Akhirnya pukul 05.30 bus hingga di janti dan kamipun turun.
“mbak gimana jika kita satu taksi semoga ekonomis biaya toh jalannya satu arah”
“ok..!!” mbak wiwik pun mengiyakan
Didalam Taksi saya dan mbak wiwik berdiam diri sambil membayangkan semalam didalam bus yang luar biasa.
Akhirnya mbak wiwik turun depan hotel Natour Garuda. Lalu kami tukar nomor HP. Hari itu saya ber smsan ria bersama mbak wiwik. Dan pada hari ke-3 saya sanggup sms dari mbak wiwik yg isinya bahwa tugasnya dijogja udah selesai dan rencana mau pulang ke jakarta.
Dan selang 10 menit HPku berdering kembali, ternyata dari mbak wiwik.
“Pagi dik. lagi dimana? Gimana pulang ke Jakarta bareng apa yach?”
“Pagi juga mbak…, ok deh kita bareng pulangnya, nanti siang saya ke hotel natour deh, Mbak saya jemput ya kita jalan-jalan dulu keliling Jogja, itung-itung semoga mbak tau Jogja”
“ok dech saya tunggu ya”.
Begitulah, Aku menjemput mbak wiwik di hotel, saya dan mbak wiwik kesudahannya berangkat jalan-jalan.
Setelah lebih satu jam kami berputar-putar disekitar jogja, mbak wiwik kesudahannya mengajak istirahat di hotel tempat beliau menginap.
Kami mengobrol tertawa cekikikan hingga bercerita wacana tragedi dibus. Tiba-tiba mbak wiwik menarik tanganku sehingga saya terduduk di kasur, mbak wiwik yang ketika itu sedang duduk ditepi tempat tidur. Tanpa berkata apa-apa beliau eksklusif mencium bibirku.
Aku sempat terkejut tapi saya juga membiarkan ketika bibir nya melekat kebibirku hingga beberapa saat. Dadaku semakin berdegub kencang ketika kurasakan bibir nya melumat mulutku. Aku tidak mau kalah, Lidahku menelusup kecelah bibirnya dan menggelitik hampir semua rongga mulutnya. Mendapat serangan mendadak itu mbak wiwik tampak antusias dan lebih semangat dalam melumat bibirku, saking dahsyatnya bulu tengkukku hingga merinding.
Namun tiba-tiba timbul kesadaranku. Aku teringat istriku dirumah, Kudorong tubuh mbak wiwik supaya ia melepaskan pelukannya pada diriku.
“mbak…, jangan mbak…, ini enggak pantas kita lakukan..! “, kataku terbata-bata.
mbak wiwik memang melepas ciumannya dibibirku, tetapi kedua tangannya masih merangkul leherku dan buah dadanya melekat ketat di dadaku, Kontolku sangat tegang dan keras melekat diperut mbak wiwik.
“Memang nggak pantas dik, taapi gimana lagi toh kau yang memulai waktu di bus dan saya Cuma merespon apa”, Ujar mbak wiwik yang terdengar ibarat desahan.
Setelah itu mbak wiwik kembali mendaratkan ciuman. Ia menjilati dan menciumi seluruh wajahku, kemudian merambat keleher dan telingaku. Namun perlahan tapi niscaya nafsu birahi semakin berpengaruh menguasaiku , Aku sudah sangat terangsang, bayang2 istriku berbaur dengan wajah mbak wiwik yg cantik, kesudahannya pertahananku bobol saya sudah tidak peduli lagi, toh ini cuma sekali saya berselingkuh sebuah pembenarandalam hatiku.. Harus kuakui, mbak wiwik sangat berilmu mengobarkan birahiku. Jilatan demi jilatan lidahnya keleherku benar-benar telah membuatku terbakar dalam kenikmatan.
mbak wiwik sendiri sepertinya juga mulai terangsang. Aku sanggup mencicipi napasnya mulai terengah-engah. Sementara saya semakin tak berpengaruh untuk menahan erangan. Maka saya pun mendesis-desis untuk menahan kenikmatan yang mulai memperabukan kesadaranku. Setelah itu tiba-tiba tangan mbak wiwik mulai membuka kancing bajuku. Satu demi satu pakaian yg saya pakai terlepas dari tubuhku hingga kesudahannya tidak ada sehelai benangpun yg melekat dalam tubuhku alias bugil total. Akupun tidak mau kalah, baju yg digunakan mbak wiwik satu demi satu saya preteli hingga kesudahannya kita berdua sudah telanjang semua. Tak ayal lagi, buah dada mbak wiwik yang berwarna putih higienis itu terbuka didepanku tanpa tertutup sehelai kainpun.
Mbak wiwik tampak agak malu beliau berusaha menutupi buah dadanya yg terbuka dengan mendekapkan lengan didadanya tetapi dengan cepat tanganku memegangi lengannya dan merentangkannya. Kemudian saya mulai mengusap dan meremas payudaranya sambil mulutku mengisap dan menjilati putingnya. Hampir 10 menit kami saling remas dan cium kemudian saya mengambil inisiatif mengangkat dan merebahkan tubuhku ditempat tidur. Tanpa membuang waktu, bibirku melumat salah satu buah dadanya sementara salah satu tanganku juga eksklusif meremas-remas buah dadanya yang lainnya. Bagaikan seekor singa buas saya menjilati dan meremasbuah dada yang kenyal dan putih itu.
Cerita Ngentot Terbaru, Cerita Sex Penuh Nafsu, Cerita Perselingkuhan, Cerita Sex Remaja, erita Ngentot Tante, Cerita Sex Tante, Cerita Dewasa Bergambar, Cerita Pemerkosaan Gadis SPG, Cerita Sex Tante, Cerita Sex Dibawah Umur, Cerita Mesum Orang Pacaran.





0 Response to "Karena Tak Berpengaruh Menahan Nafsu"
Posting Komentar